Dari Pengendalian Hama Menuju Peluang Agribisnis Masa Depan
MAMUJU-Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat terus berupaya memperkuat kapasitas generasi muda pertanian melalui kegiatan pembekalan bagi peserta Magang/Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di lingkungan BBRMP Sulawesi Barat. Kegiatan ini menghadirkan pemateri Muhammad Syaifullah Hiola dengan materi bertajuk “Peluang Usaha Agribisnis di Bidang Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT)”.
Dalam pemaparannya, Muhammad Syaifullah Hiola menjelaskan bahwa bidang pengendalian hama dan penyakit tanaman memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai peluang usaha di sektor agribisnis. Tingginya kerugian hasil panen akibat serangan hama dan penyakit yang dapat mencapai 30–40 persen menjadikan pengendalian yang efektif sebagai faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Ia juga menyoroti adanya pergeseran tren pasar menuju produk pertanian dengan residu pestisida kimia yang rendah. Kondisi ini membuka peluang bagi pengembangan metode pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, seperti pemanfaatan agen hayati, pestisida nabati, serta penerapan konsep pengendalian hama terpadu.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa peluang usaha di bidang pengendalian HPT dapat dikembangkan melalui berbagai model bisnis, antara lain produksi agen hayati (biopestisida), jasa konsultasi dan monitoring berbasis teknologi pertanian modern, hingga penyediaan tanaman refugia dan pestisida nabati. Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah sekaligus mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan.
Dari sisi ekonomi, pemateri juga memaparkan analisis cost-benefit ratio yang menunjukkan bahwa tindakan pengendalian secara preventif jauh lebih efisien dibandingkan pengendalian setelah serangan terjadi. Selain mampu menekan biaya produksi, penerapan pengendalian yang ramah lingkungan juga berkontribusi dalam menjaga kesuburan tanah sebagai aset pertanian jangka panjang.
Pada kesempatan tersebut, peserta Magang/PKL juga diperkenalkan dengan berbagai tantangan dalam pengembangan usaha di bidang pengendalian HPT, termasuk aspek regulasi, peningkatan kepercayaan pasar, hingga strategi penetrasi pasar. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui demonstration plot untuk menunjukkan secara langsung efektivitas teknologi pengendalian kepada petani.
Sebagai penutup, pemateri mengangkat konsep Smart Pest Management, yaitu pemanfaatan data dan teknologi digital untuk memprediksi potensi serangan hama serta menghubungkan penyedia produk dan jasa pengendalian dengan kelompok tani melalui platform digital atau marketplace. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengendalian hama sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pertanian modern.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan ice breaking yang mendorong partisipasi aktif peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta PKL memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai potensi agribisnis di bidang pengendalian hama dan penyakit tanaman, sekaligus mampu mengembangkan ide usaha inovatif yang mendukung kemajuan sektor pertanian.(HR)